Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat, Charles A Imbir. [dok sr]
Metro

Peringkat Atas Positif Corona, Wakil Ketua II DPRD R4 Angkat Bicara

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, sorongraya.co – Setelah Kabupaten Raja Ampat dikabarkan menempati urutan pertama pasien tertinggi positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) Papua Barat. Wakil Ketua II DPRD Raja Ampat, Charles A. M Imbir angkat bicara.

Charles Imbir mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan keselamatan para petugas medis seperti APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai serta memenuhi syarat. Tidak hanya Rumah Sakit, tetapi juga Puskesmas dan Pustu harus diperkuat fasilitas terbaik dan operasional.

Menurut Politisi Hanura itu, Covid – 19 yang melanda berbagai daerah, termasuk Raja Ampat saat ini ialah bencana kesehatan, bukan bencana alam sehingga siapapun dapat melakukan pekerjaan tersebut. Untuk itu, semua petugas kesehatan harus jadi prioritas utama baik pada jaminan APD, tempat tinggal, makan minum, dan kenyamanan bertugas.

Baca juga: Lagi, Di Raja Ampat Positif Corona Menjadi 14 Orang

“Sebagai lembaga DPRD, tentu kita mendukung seluruh langkah dan upaya yang dilakukan oleh pemda juga tim satgas didalam mencegah dan memutus mata rantai pandemi ini. Namun, kita pun harus punya peta yang jelas agar diketahui publik sehingga semua bergotong – royong ikut membantu tim covid – 19,” tegas Charles, Kamis 07 Mei 2020.

Menurutnya dalam pencegahan wabah corona ini perlu adanya pendekatan sosial budaya yang baik. Seperti di Empat keluruhan se- Distrik Kota Waisai yang memiliki penduduk berkisar 22 ribu harus dilakukan cek kesehatan hingga tuntas, mulai dari tiap RT/RW dengan alat yang memadai. Lalu menyekat dan petakan daerah – daerah mana yang berpotensi kategori kuning dan merah.

Kemudian, menertibkan semua kendaraan laut pemda, dan perahu rakyat yang hendak melaut atau pun mencari makan. Dengan catatan bantuan sosial harus diberi pada seluruh warga yang hidup serta tinggal di wilayah Raja Ampat tanpa pandang bulu. Sehingga mereka tau dan mengerti situasi ini, pastinya akan peduli serta mau lakukan pencegahan.

“Menghadapi situasi Covid- 19 ini, sudah ada intruksi pemerintah pusat dalam penanganan termasuk anggaran. Kita tau, Raja Ampat punya APBD Rp 1 triliun lebih jika untuk pegawai separuh, taruh lah penanganan Covid-19 seperempat, saya kira Raja Ampat bisa pulih kembali dan tidak banyak yang terkonfirmasi positif seperti hari ini sudah 14 orang,” cetusnya.

Dalam menyambut HUT Raja Ampat ke- 17 pada 9 Mei 2020 mendatang, tambah Charles, hal itu akan menjadi moment tepat untuk semua pihak saling bergotong royong memutuskan mata rantai pandemi ini, sehingga ditanggal 17 Agustus dapat juga merayakan upacara kemerdekaan negara Indonesia.

“Tentu Bulan Suci Ramadhan ini juga jadi sarana yang tepat untuk bersihkan semua bentuk penyakit khususnya Covid- 19,” kata Charles. [dav]


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.