Metro

Lambert Jitmau: Saya Bukan Pendatang Baru

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

MANOKWARI. sorongraya.com – Ibarat pemain bola yang terkenal asal tanah Papua, Boas Salosa, yang mahir memainkan si kulit bundar di lapangan hijau, begitu juga dengan Walikota Sorong, Lambert Jitmau yang mengaku bahwa dirinya bukan pendatang baru melainkan pemain lama bahkan menguasai ‘lapangan’ untuk membangun negeri.

Berbicara soal pembangunan di Kota Sorong, Lambert yang baru saja dilantik sebagai kepala daerah, mengaku tak memiliki target 100 hari kerja layaknya kepala daerah lain, akan tetapi lebih mengutamakan dan melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan bersama dengan Wakil Walikota Sorong, Pahima Iskandar sejak periode pertama memimpin Kota Sorong.

“Saya bukan pendatang baru, saya adalah pemain lama yang menguasai lapangan, pasti saya hebat untuk menguasai lapangan. Tak ada target 100 hari kerja tetapi melanjutkan pembangunan yang telah ada,” kata Lambert Jitmau kepada Wartawan di kediamannya di Amban Gunung, Manokwari Papua Barat. Selasa (22/08/17).

Dibidang kesehatan Lambert Jitmau mengaku telah membangun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dua lantai sebagai pusat pelayanan kesehatan pertama untuk masyarakat, bahkan, Lambert telah menyiapkan seluruh peralatan  medis yang dibutuhkan puskesmas tinggal bagaimana menggerakkan operasionalnya.

Sedangkan dibidang pendidikan, Lambert mengaku telah membangun sarana infra sturktur pendidikan hampir seluruh sekolah. Bahkan untuk Papua Barat, Kota Sorong memiliki prestasi pendidikan terbaik dibanding daerah lain.

“Pendidikan semua sudah, di tanah Papua Barat, Papua, pendidikan dan kesehatan tidak ada yang lebih dari kota sorong,” pungkasnya.

Saat ditanyakan masalah banjir yang belakangan ini sering terjadi di Kota Sorong. Lambert menegaskan bahwa masalah banjir bukan terjadi saat dirinya memimpin, tetapi banjir adalah fenomena alam yang terjadi sejak lama. Meski begitu dirinya berjanji tetap menyelesaikan masalah tersebut.

“Banjir itu fenomena alam, sebelum saya jadi walikota juga sudah ada banjir kok, pembangunan daerah tidak semudah membalik telapak tangan butuh anggaran yang besar, tapi masalah banjir tetap saya tanggulangi itu,” ujar Lambert.

Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, pria berdarah Maybrat ini juga tengah melakukan pembangunan reklamasi pantai dofior seluas 25 hektar. Jika proyek reklamasi ini telah selesai dikerjakan maka dipastikan akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.  [moh]

 


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.