Hukum & Kriminal

Setelah Tetidentifikasi, Dua Jenazah Terakhir Korban Pembakaran THM DO Diberangkatkan ke Surabaya

Bagikan ini:

SORONG,sorongrayaco- Dua jenazah terakhir korban pembakaran THM Double O yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri telah diberangkatkan, Kamis pagi (24/02/2022) melalui Bandara DEO Sorong.

Dengan menggunakan pesawat pagi, sekitar pukul 07.00 WIT, jenazah Desra Wahyudi Achiruluis dan Christian Wahyu Dianto diberangkatkan menuju Surabaya.

Sehari sebelumnya, tim DVI Polda Papua Barat menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga beserta barang-barang milik korban di kamae jenazah RSUD Sele Besolu.

Salah satu keluarga korban menyampaikan, sebenarnya kami masih shock akibat kejadian ini. Yang pasti keluarga 17 korban ini berharap adanya tindakan yang seadil-adilnya.

Semuanya harus klir, artinya proses hukum terhadap pertikaian antar dua kelompok harus dilakukan sampai ke akar-akarnya.

” Kami inikan bukan warga Kota Sorong melainkan pendatang yang mencari kerja. Kami sama sekali tidak tahu dengan masalah yang terjadi malah menjadi korban,” kata Christine, adik daripada almarhum Christian Wahyu Dianto.

Christine pun menambahkan, kami tidak terima dengan apa terjadi terhadap keluarga kami. Tak cukup berapa jumlah pelaku, bagi kami tidak penting. Yang kami inginkan permasalahan ini harus di usut tuntas hingga ke akar-akarnya. Bagaimana sampai bisa terjadi pertikaian dan pembakaran THM Double O.

” Semua keluarga korban sangat berharap kepada aparat kepolisian dapat mengungkap semuanya sehingga proses hukum kami dapatkan seadil-adilnya,” ujar Chriatine.

Setibanya di Surabaya, jenazah almarhum Christian Wahyu Dianto akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Gubeng Masjid, begitu juga dengan almarhum Desra Wahyudi Achiruluis, juga dimakmakan di Sibalankerto Surabaya.

Mewakili kakak kami menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada semua pihak yang telah membantu kami selama di Sorong. Tak lupa kami memgharapkan doanya agar tiba dengan selamat di tempat tujuan sehingga jenazah bisa langsung dimakamkan secepatnya,” tambah Christine.

Sebelumnya, Kapolres Sorong Kota AKBP Yohanes Kindangen membenarkan bahwa dua jenazah terakhir ini akan diberangkatkan ke Surabaya.

Dengan diserahkannya dua jenazah terakhir ini otomatis proses identifikasi terhadap 17 jenazah sudah selesai dan sudah diserahkan ke keluarga semua.

Yohanes mengaku, jenazah yang terakhir ini agak lama karena menunggu hasil pemeriksaan DNA, rambut dan gigi serta property.

” Selain menyerahkan jenazah, kami pun menyerahkan property milik korban kepada keluarga,” ujarnya.

Perwira yang baru menjabat sebagai Kapolres Sorong Kota ini membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap satu tersangka lagi. Yang bersangkutan merupakan tersangka pembunuhan Khani Rumaf. Tersangka ini kami tangkap di daerah Maluku Tenggara beberapa waktu lalu.

” Saat ini tersangkanya telah di tahan dan nanti akan kita rilis. Jadi, sampai saat ini sudah ada 21 tersangka yang di tahan terkait kasus pertikaian dan pembakaran THM double O,” kata Yohanes.

Lebh lanjut Yohanes mengatakan, setelah penyerahan 17 jenazah ini, kami akan melanjutkan proses hukum terhadap para tersangka yang saat ini telah di tahan.

Diketahui, akibat pertikaian antar dua kelompok warga ada Senin malam (24/01/2022) lalu menyebabkan 1 warga atas nama Khani Rumaf meninggal dunia akibat di bacok.

Sementara 17 korbab lainnya, yang merupakan karyawan dan pengunjung THM Double O meninggal dunia secara tragis lantaran di bakar.

Para tersangka yang saat ini di tahan disangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, pasal 187 terait Pembakaran, pasal 170 KUHP terkait Penyerangan dan pasal 160 KUHP tentang Penghasutan serta pasal 55 KUHP menyangkut peran dari masing-masing pelaku. Tidak menutup kemungkinan kita juga akan menerapkan pasal 56 KUHP.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.