Hukum & Kriminal

Kejaksaan Negeri Sorong Musnahkan Barang Bukti Dari 45 Perkara Inkraht

Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG,sorongraya.co- Setelah dinyatakan inkraht oleh Pengadilan Negeri Sorong, Selasa (13/04/2021) Kejaksaan Negeri Sorong melalukan pemusnahan terhadap barang bukti dari 45 perkara.

Pemusnahan barang bukti dari perkara narkotika, pangan, pencurian, penganiayaan, makar dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres Sorong Kota, perwakilan Polres Sorong, perwakilan pemerintah Kota Sorong dan sejumlah muspida lainnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Putu Iskadi Kekeran menjelaskan, pemusnahan yang dilakukan hari ini terhadap barang bukti dari 45 perkara yang telah dinyatakan inkraht oleh pengadilan negeri Sorong.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan perkara dari periode Juli 2020 sampai dengan Maret 2021. Pada periode ini ada perkara yang barang bukti dirampas oleh negara, dan ada pula yang dikembalikan. Nah, yang dimusnahkan ini khusus untuk perkara yang amar putusannya berbunyi barang bukti dirampas oleh negara untuk dimusnahkan,

Sebelumnya, Kajari Sorong, Erwin Saragih dalam sambutannya menyampaikan, pemusnahaan barang bukti ini merupakan amanah dari KUHAP, Bab XIX tentang Putusan Pengadilan pada Pasal 27 yang berbunyi putusan pengadilan terhadap suatu perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkraht dilakukan oleh jaksa. Pemusnahaan barang bukti ini pembiayaannya sepenuhnya dibebankan kepada DPA Kejaksaan Negeri Sorong.

Kajari menambahkan, khusus untuk perkara narkotika, sebagian besar barang bukti telah dilakukan pemusnahaan pada tingkat penyidikan di kepolisian. Sehingga pemusnahaan yang dilakukan kejaksaan negeri Sorong adalah barang bukti yang disisihkan untuk pembuktian perkara di pengadilan dan narkotika sisa pengujian laboratorium forensik.

Pemusnahaan ini bertujuan untuk ikut serta membantu program pemerintah dalam rangka memberantas peredaran narkotika dan barang berbahaya lainnya, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang tertib ,aman, bebas dari narkotika, guna mewujudkan generasi muda milineal yang sehat ,berintelektual dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kajari.


Bagikan ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.