Foto Ilustrasi (Google)
Hukum & Kriminal Metro

Dugaan Praktik Pungli di SMA YPPK Agustinus

Bagikan ini:

SORONG,sorongraya.co- Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dilakukan oleh pihak SMA YPPK Agustinus Sorong sangat disayangkan oleh Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian (PBHKP) Papua Barat Daya Loury da Costa yang juga selaku orang tua murid di sekolah tersebut.

Loury menyebut bahwa indikasi dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah terkait iuran Komite Sekolah sebesar Rp 15. 000 per bulan untuk setiap anak dan uang ujian sekolah sebesar Rp 1.100.000 per anak bagi murid kelas XII.

” Untuk uang ujian sekolah setiap murid diwajibkan melunasinya, kalau tidak maka anak tersebut tidak akan diberikan kartu ujian serta tidak dapat mengikuti ujian sekolah,” ujar Loury, Kamis, 07 Maret 2024.

Loury menilai, tindakan yang dilakukan oleh pihak sekolah ini dinilai kurang etis dan bertentangan dengan kewajiban negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana tertuang di dalam UUD 1945.

” Jika seperti ini, terkesan “mengkomersilkan kehidupan bangsa,” tegasnya.

” Yang lebih menimbulkan kecurigaan bagi saya bahwa iuran komite sekolah dan uang ujian dibayarkan langsung ke bendahara sekolah,” tambahnya.

Padahal selama ini biaya pendidikan selalu di transfer ke rekening YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong. Ada apa dengan hal ini,” tanyanya.

Alumni FH Universitas Atmajaya Yogyakarta ini mengaku bahwa dirinya telah mengonfirmasi pimpinan YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Simon Mandogma melalui pesan singkat whatsapp.

” Penarikan biaya untuk komite sekolah dan ujian sekolah sudah dilarang oleh pihak yayasan,” kata Simon Mandogma seperti dikutip Loury.

” Pembiayaannya melalui dana BOS yang besarannya hampir 1 miliar per tahun. Segala hal yang menyangkut pembayaran dari peserta didik harus sepengetahuan pihak yayasan,” kata Loury

Bukti pembayaran tersebut sudah ada. Dalam waktu dekat saya akan melakukan upaya hukum dan melaporkan dugaan praktik pungli ini ke para pihak yang berkompeten.


Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.